Bulan Maret merupakan kali pertama aku dipertemukan dengan dia yang sekarang akan menjadi suami serta pendamping hidupku selamanya. Awal pertemuan kami tanpa sengaja. Malam hari tepat pada tanggal 20 Maret dia mengajak untuk bertemu, tapi sebelumnya aku tidak mengiyakan begitu saja lantas apa yang ada dalam benak dan hatiku yang kemudian mengiyakan begitu saja ajakan darinya. Tawaf sebutannya karena terus dan terus tanpa henti mengelilingi kota Mojosari. Bisa dibilang aneh ya emang aneh dan aku baru saja menyadari bahwa baru kali ini aku diajakin tawaf mengelilingi kota Mojosari bersama laki-laki yang baru aku kenal. Lucu bukan, emang iya, hehehe. Itulah perasaan yang aku rasakan saat itu. Kami mengobrol, bercanda, di sebuah tenda warung makan lesehan. Iya lebih tepatnya Purnama. Dia yang memulai cerita panjang kali lebar dan dianya yang mengakhiri cerita tersebut dengan membelikan buah tangan untuk di bawa pulang untukku.









